Selasa, 03 Maret 2015

puisi untuk sahabat



Rantai Persahabatan
By Lulu Atun Nafisah

Dunia begitu gelap, sunyi, dan sepi
Kehidupan seakan berhenti
Jiwa seakan terlepas dari raga
Hidup seakan mati
Waktu demi waktu terus ku jalani
Kini ..
Kehidupan terasa berbeda saat ku temukan sahabat sejati
Seseorang yang selalu meminjamkan tangannya untuk membantuku
Menjdi sandaran saatku terluka
Sahabat..
Begitu luas hatimu, tempat bertaruh segala resah
Begitu kokoh, pautan hati yang raph dan gundah
Sejuta kata mungkin tak ada guna
Namun seucap kata begitu bermakna
Karena kau aku tertawa
Karena kau aku bahagia
Karena kau adalah cahayaku
Sahabat ..
Dari satu titik kita memulainya
Dan tak bisa berakhir begitu saja
Karena kau adalah pelita
Yang akan tetap menyala selama lamanya
Terimakasih sobat ..

Ada apa dengan cinta kita ?



Bercinta dengan lawan jenis
Itu biasa
Bercinta dengan Allah SWT
Itu LUAR BIASA

Kita tidak mengerti ataukah tidak mau mengerti, mengapa cinta dan rindu kepada sang kekasih ( ALLAH swt ) belum juga tumbuh. Kita ingin dicintainya, tetapi bagaimana mungkin dia akan mencintai kita, jika kita tidak pernah membuktikan cinta kepadaNya.
Ketika kita sedang bermain tiba – tiba telepon berbunyi, kita langsung bergegas mengangkatnya. Namun tatkala adzan berkumandang di tiap masjid, kita tenang-tenang aja seolah kita tak mengenal apa apa.
            Itu membuktikan bahwa cinta kita belum tumbuh dan rindu kita kepadaNya belum hadir. Sungguh berbeda dengan percintaan anak manusia, seseorang yang sedang di landa cinta akan takut dan khawatir menyinggung perasaan pacarnya. Mampukah kita mencintai Allah swt lebih dari itu ? mengapa cinta kita kepada makhluk  lebih besar dari cinta kita kepada tuhan ( Allah swt ) ? ada apa dengan cinta kita ? kita ingin sekali mencintai Allah swt namun perilaku keseharian kita belum mencermnkan orang yang cinta kepadaNya.
Cinta takan terjadi tanpa adanya komunikasi, cinta takan menyatu tanpa bertemu, cinta takan dapat dibuktikan tanpa adanya pengorbanan, cinta takan ada tanpa adanya rasa saling percaya, dan bukanlah CINTA SEJATI bila masih INGKAR JANJI.