IMPLEMENTASI NILAI KEJUANGAN
PANGSAR JENDERAL SOEDIRMAN TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

Di
susun oleh :
1.
Lulu Atun
Nafisah (F1A014039)
2.
Tria Hana
Fahrunnisa (F1A014040)
3.
Puput
Metika Sari I. Y. (F1A014041)
4.
Novita
Nurgraeni (F1A014044)
5.
Dewi Indah
Pertiwi (F1A014045)
6.
Mohammad
Rizal Santoso(F1A014052)
7.
Aulia
Rahma (F1A014089)
8.
Angga Umar Fuad (F1A014101)
UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN POLITIK
PRODI
SOSIOLOGI
2014
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan kami
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca. Makalah ini
bertemakan tentang Implementasi Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman
Untuk Menyelesaikan Persoalan Yang Dihadapi Bangsa Indonesia, yang mana
persoalan bangsa Indonesia yang kami bahas dalam makalah ini adalah Sistem
Pendidikan Di Indonesia.
Kami menyadari
bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu
kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat
membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Purwokerto, 8 Oktober 2014
Penulis
a.
Kesimpulan
b.
Saran
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan
kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi
berikutnya melalui pengajaran, penelitian, atau pelatihan. Seperti yang
tercantum pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “setiap
warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.Sistem pendidikan Indonesia
yang telah di bagun dari dulu sampai sekarang ini, teryata masih belum mampu
sepenuhnya menjawab kebutuhan dan tantangan global untuk masa yang akan datang,
Program pemerataan dan peningkatan kulitas pendidikan yang selama ini menjadi
fokus pembinaan masih menjadi masalah yang menonjol dalam dunia pendidikan di
Indonesia ini.
Sementara itu jumlah penduduk usia pendidikan dasar yang berada di
luar dari sistem pendidikan nasional ini masih sangatlah banyak jumlahnya,
dunia pendidikan kita masih berhadapan dengan berbagai masalah internal yang
mendasar dan bersifat komplek, selain itu pula bangsa Indonesia ini masih
menghadapi sejumlah problematika yang sifatnya berantai sejak jenjang
pendidikan mendasar sampai pendidikan tinggi.Kualitas pendidikan di Indonesia
masih jauh yang di harapkan, oleh karena itu upaya untuk membagun SDM yang
berdaya saing tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya bukanlah
suatu pekerjaan yang gampang, di butuhkanya partisipasi yang strategis dari
berbagai komponen.
a.
Apa
pengertian sistem pendidikan nasional ?
b.
Bagaimana
sistem pendidikan di Indonesia saat ini ?
c.
Apa dampak
perubahan sistem pendidikan Indonesia terhadap pelajar di Indonesia ?
d.
Bagaimana
implementasi nilai kejuangan pangsar Jenderal Soedirman terhadap sistem pendidikan di
Indonesia ?
a.
Mengetahui
pengertian sistem pendidikan nasional
b.
Mengetahui
keadaan sistem pendidikan di Indonesia saat ini
c.
Mengetahui
dampak dari perubahan sistem pendidikan di Indonesia
d.
Mengetahui
implementasi nilai kejuangan pangsar Jendral Soedirman terhadap sistem
pendidikan di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “systema”, yang berarti
sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan
merupakan suatu keseluruhan. Istilah sistem dipakai untuk menunjukkan beberapa
pengertian, salah satunya adalah sistem dapat dipakai untuk menunjukkan
sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan terorganisasi sehingga membentuk
suatu kesatuan yang logis.Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas
komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber
yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekedar acak, yang
saling membantu untuk mencapai suatu hasil (product) (Zahara Idris
1987). Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur
tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur atau
jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas. (Deartemen Pendidikan dan
Kebudayaan 1939)
Dalam pengertian umum sistem pendidikan adalah jumlah keseluruhan
dari bagian-bagiannya yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang
diharapakan berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem
pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau
bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk tercapainya tujuan terebut. Karena itu,
proses pendidikan merupakan sebuah sistem, yang disebut sebagai sistem
pendidikan.
Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari
semua satuan dan aktivitas pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk
mengusahakan tercapainya tujun pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional
tersebut merupakan suatu supra sistem, yaitu suatu sistem yang besar dan
kompleks, yang didalamnya tercakup beberapa beberapa bagian yang juga merupakan
sistem-sistem.
Pendidikan merupakan tiang pancang
kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan
arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir batin dan
masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran
dan metodologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah
seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara. Terbukti bahwa
seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi
tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh. Namun
eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih menjadi
permasalahan karena masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan pendidikan
yang sebagaimana mestinya dan ada juga yang sama sekalipun belum pernah
mencicipi bangku sekolah sama sekali contoh kecilnya saja anak yang terlantar
hal ini sangat memperihatinkan. Sebenarnya mereka juga mempunyai hak yang sama
seperti anak-anak yang sudah mendapat pendidikan yang layak seperti contoh anak
orang kaya. Arah bangsa nantinya ada pada tangan mereka karena merekalah
nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.
Pendidikan merupakan hak setiap warga
negara, namun masih ada beberapa dari mereka yang belum mendapatkan hak
tersebut. Hingga saat ini, peluang terbesar untuk memperoleh akses pendidikan
yang baik hanya anak orang kaya dan pintar. Dengan bermodalkan kemampuan ekonomi
yang lebih dari cukup, didukung dengan kemampuan berpikir tinggi, menjadi
faktor pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Mereka
berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas, berstandar
nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan belajar-mengajar
yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak didik yang punya daya
pikir tinggi. Selain itu, tersedianya sarana prasarana yang lengkap
membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan. Pada saatsekarang pendidikan
yang ada di Indonesia berbentuk sistem pasar yaitu bagi mereka yang memiliki
uang banyak maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak.sebenarnya hal
tersebut tidak boleh terjadi.
Ada beberapa hal yang membuat
pendidikan di Indonesia semakin melenceng dari cita-cita bangsa. Pertama,
kecenderungan pendidikan Indonesia yang semakin elitis dan tak terjangkau
rakyat miskin. Dalam hal ini, pemerintah dituding membuat kebijakan yang
diskriminatif sehingga menyulitkan rakyat kecil mengakses pendidikan. Kedua,
lahirnya sistem pendidikan yang tidak memberdayakan. Dalam konteks ini,
kebijakan yang dibentuk semata-mata untuk mendukung status quo dan
memapankan kesenjangan sosial (Darmaningtyas, 2005, Pendidikan
Rusak-Rusakan). Ketiga, kurangnya orientasi pendidikan terhadap pembangunan
moral. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat realitas anak-anak yang
bertindak amoral, sehingga sering dikatakan pendidikan minus budi pekerti.Telah
dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari
generasi ke generasi selanjutnya. Jangan sampai generasi itu terputuskan dengan
begitu saja. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dan
nilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah di
emban oleh orang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka
diwakili oleh orang yang punya visi kedepan, yaitu menjadikan generasi yang
lebih baik dan beradab. Betapa sangat pentingnya pendidikan ini negara-negara
yang majupun tentunya tidak akan terlepas dari peran pendidikan.Berbicara
tentang pendidikan ini Dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2 sudah jelas yaitu bahwa
setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan
dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga mempriorotaskan anggaran
pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Pertanyaanya,
sudahkah semua anak bangsa mendapatkan haknya? Melihat fakta saat ini, di
Indonesia setiap tahunnya lebih dari 1,5 juta anak sekolah tidak melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kurikulum merupakan aturan dan cara
yang di pakai oleh sebuah lembaga pendidikan dengan tujuan untuk meniingkatkan
mutu dari pada pendidikan atau lembaga pendidikan. Kurikulum di katakan penting
dalam sebuah pendidikan karna keberhasilan sebuah pendidikan untuk dapat
mencetak output atau di sebut dengan peserta didik yang bermutu dan baik sangat
di tentukan oleh kurikulum sebuah pendidikan. Kurikulum pendidikan yang kurang tepat
bagi siswa atau sekolah justru akan memberi masalah masalah baru dalam dunia
pendidikan, karna kurikulum baru belum tentu sesuai dengan siswa atau dapat di
terima siswa tersebut bahkan mungkin
siswa justru tidak siap
dengan sistem baru yang mungkin dapat menyusahkan mereka, lalu mengapa sistem
pendidikan di indonesia hampir sering di gonta ganti, mengapa sekolah atau
lembaga pendidikan tidak memfokuskan diri pada satu sistem atau kurikulum
supaya siswa dapat menyesuaikan dan menerima sistem tersebut dengan baik.
Tujuan pemerintah mengganti kurikulum
dalam pendidikan tidak lain adalah karna ingin memperbaiki mutu pendidikan
supaya bisa berkembang lebih baik dari sebelum nya. Tapi apakah demikian. Pada
kenyataannya tidak ada perubahan mutu yang di berikan oleh pendidikan di Indonesian
bahkan mutu pendidikan selama kurang lebih dalam lima tahun ini memberikan
hasil yang mengecewakan, justru perubahan kurikulum pendidikan yang begitu
cepat menimbulkan masalah-masalah baru dalam dunia pendidikan, seperti halnya
banyak prestasi siswa yang menurun. Hal ini mungkin di sebabkan karena siswa tidak dapat menyesuaikan diri
dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru. Lalu apakah pemerintah
memikirkan masalah yang demikian, kami rasa tidak,
pemerintah mungkin lebih berfikir dampak positif yang hanya memudahkan sebagian
pihak saja. Sebenarnya begitu banyak mutu pendidikan tidak hanya karena pergantian kurikulum, tetapi sejatinya kurikulum merupakan
dasar dari jalannya program pendidikan.
Dampak
dari kurikulum pendidikan yang bergonta ganti bukan hanya memberikan dampak
negatif terhadap siswa yang prestasinya
semakin merendah, sebenarnya perubahan ini juga dapat
berdampak pada sekolah yaitu pada tujuan atau visi sebuah sekolah juga akan
ikut-ikutan kacau. Contoh saja bila sebuah sekolah memiliki satu tujuan atau
satu visi,
tentu sekolah tersebut akan berusaha untuk mencapai tujuannya, dan untuk
memenuhi sebuah visi tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat, ketika mereka
telah memfokuskan diri pada visi yang telah di susun secara tiba-tiba kurikulum
diganti tentu sekolah tersebut harus mengganti tujuan yang ingin di capai.
Mungkin pemerintah merasa bahwa perubahan kurikulum dapat memberi perubahan
yang lebih baik pada mutu pendidikan, namun pada kenyataannya tidak demikian
Mahasiswa sebagai bagian integral dari
pemuda indonesia memiliki kedudukan dan posisi yang strategis di suatu masyarakat yang memperoleh kebijakan – kebijakan setiap
pemerintah berpendapat sewenang-wenang terhadap keputusan yang tidak sangat
berpengaruh terhadap masyarakat maka di situ peranan mahasiswa akan muncul
dengan cara berkonsisten teguh untuk membatalkan rencana-rencana pemerintah
yang mungkin sangat
tidak bermanfaat bagi rakyat dengan cara berdemo, tetapi berdemo disini tidak
harus melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat karena mahasiswa itu adalah sosok yang dewasa, hanya mahasiswa yang tidak berpendidikan
saja yang dapat merugikan masyarakat sekitar.
Kita harus tahu sebagai mahasiswa Unsoed
akan jatidiri yang dikembangkan dari mata kuliah yang didapat, tidakkah seorang
mahasiswa akan melenceng dari jatidirinya, mungkin saja akan merugikan apabila
mahasiswa ini tidak meneladani seorang Jenderal Soedirman yang telah mendidik
masyarakatnya. Maka dari itu, di kampus Unsoed tercinta ini di didik untuk
jatidirinya, untuk mewujudkan sosok mahasiswa yang civitasnya kuat, disiplin,
dan bertanggung jawab dalam meneladani yang di contohkan Pangsar Jenderal
Soedirman.
Untuk mewujudkan cita-cita mahasiswa
Unsoed yang meneladani Pangsar Jenderal Soedirman, mahasiswa harus mencontohkan
di lapangan atau di masyarakat agar masyarakat tahu seorang mahasiswa Unsoed
yang membawa nama besar prajurit besar itu seperti apa perilakunya, ini berarti
adalah tanggung jawab yang sangat besar bagi mahasiswa Unsoed .
Cara menyikapinya kita koreksi jatidiri
kita sendiri apakah kita sudah benar ataupun sudah meneladani sosok beliau,
jangan selalu mengumbar perkataan apabila kita belum mencontohkannya sendiri,
berfikirlah untuk ingin maju dan kita selalu
berfikir kritis jangan hanya didalam
diri kita ini hanya hawa nafsu saja,
kembangkanlah inovatif-inovatif yang membuat kita akan berkembang dan maju.
Lakukanlah tindakan yang membuat kita bangga seperti kita ingin membanggakan
orang tua , jauhkanlah hal-hal yang negatif dengan melakukan hal-hal positif
agar hati kita tenang dan tak mempunyai suatu beban yang berat.
Mari kita mulai contohkan ke sebuah
masyarakat dalam konsep-konsep yang kita buat seperti memimpin diri , menjaga
etika, etos bekerja, mempunyai gambaran untuk
maju, menjadi yang mempunyai prestasi dan selalu ingin lebih banyak dalam
tindakan dibandingkan kita berbicara yang tak ada gunanya. Dengan konsep ini
kami sebagai mahasiswa
Unsoed seharusnya mencontoh Pangsar Jenderal Soedirman dengan melakukan apa yang
telah dibuat dalam visi dan misi Unsoed.
Yang pertama konsepnya adalah memimpin
diri dengan bersikap menjaga diri kita dan mampu mengatur waktu dalam hal-hal
apa yang kita kerjakan itu momentum dalam memimpin diri.
Kedua, menjaga etika kita dalam berbicara,
tingkah laku, sopan santun, saling menghormati apalagi menghormati yang lebih
tua dan menghormati pendapat orang ketika kita sedang berdiskusi itu inti dari
etika menurut pendapat pembuat makalah.
Ketiga, etos bekerja berarti kerja
keras itu adalah pondasi kita tanpa kerja keras kita tak akan mendapatkan hasil
apa-apa ,makanya disini kita harus bekerja dengan giat, ulet, rajin ,dan
setelah kita sudah berikhtiar jangan lupa kita selalu berdoa semoga pekerjaan
yang apa kita lakukan bermanfaat bagi kita maupun orang lain yang kita
banggakan.
Keempat, gambaran untuk maju ketika
kita membuat rencana atau planning untuk kedepannya
dengan cara mematuhi apa yang kita catat sehingga kita dapat teratur sedimikian
rupa dalam rencana yang telah kita buat, ketika kita tidak bisa menjalankannya
maka kita akan kalah pada jiwa
negatif kita dengan malas-malasan itu akan susah apabila kita tak mau
merubahnya sendiri.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Sistem pendidikan merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya
yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang diharapakan berdasarkan atas
kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan
semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk
tercapainya tujuan terebut. Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai
unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan,
struktur atau jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas.
Pendidikan nasional
merupakan suatu usaha untuk membimbing para warga negara Indonesia menjadi
pacasila, yang berpribadi, berdasarkan akan Ketuhanan berkesadaran masyarakat
dan mampu membudayakan alam sekitar. Serta tujuan dari pendidikan nasional itu
yakni membangun kualitas manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan selalu dapat
meningkatkan kebudayaan dengan-Nya sebagai warga negara yang berjiwa pancasila
mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti yang luhur dan
berkribadian yang kuat, cerdas, terampil, dapat mengembangkan dan menyuburkan
sikf domokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara sesama manusia dan
dengan lingkungannya, sehat jasmani, mampu mengembangkan daya estetik,
berkesanggupan untuk membangun diri dan masyarakatnya.
·
Bahwasanya
kita sebagai mahasiswa harus dapat memahami Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal
Soedirman tidak hanya bersifat teoritis tetapi harus ada bukti nyata yang kita
lakukan untuk masyarakat dan harus didasari dengan niat pada diri individu
masing-masing.
·
Bahwa
prinsipnya kita harus meneladani nilai kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman
yang telah membela Negara kita dan jangan dilupakan sifat-sifat dari Pangsar
Jenderal Soedirman.
DAFTAR PUSTAKA
http://hidayatullahahmad.wordpress.com/2013/03/17/makalah-ilmu-pendidikan-sistem-pendidikan/
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/09/kondisi-pendidikan-bangsa-indonesia-616926.html
http://yeni-rochmahwati.blogspot.com/2013/04/dampak-perubahan-kurikulum-pendidikan.html
http://abdullahmujahid50.blogspot.com/2012/11/makalah-jatidiri-unsoed.html
