Senin, 08 Desember 2014

Makalah implementasi pangsar jendral soedirmam




IMPLEMENTASI NILAI KEJUANGAN PANGSAR JENDERAL SOEDIRMAN TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA






Di susun oleh :
1.      Lulu Atun Nafisah             (F1A014039)
2.      Tria Hana Fahrunnisa        (F1A014040)
3.      Puput Metika Sari I. Y.     (F1A014041)
4.      Novita Nurgraeni              (F1A014044)
5.      Dewi Indah Pertiwi           (F1A014045)
6.      Mohammad Rizal Santoso(F1A014052)
7.      Aulia Rahma                     (F1A014089)
8.      Angga Umar Fuad            (F1A014101)







UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
PRODI SOSIOLOGI
2014





Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Makalah ini bertemakan tentang Implementasi Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman Untuk Menyelesaikan Persoalan Yang Dihadapi Bangsa Indonesia, yang mana persoalan bangsa Indonesia yang kami bahas dalam makalah ini adalah Sistem Pendidikan Di Indonesia.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 









Purwokerto, 8 Oktober 2014




Penulis

















b.      Rumusan Masalah. 3
c.       Tujuan. 3
a.       Kesimpulan. 9
b.      Saran. 10























Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, penelitian, atau pelatihan. Seperti yang tercantum pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.Sistem pendidikan Indonesia  yang telah di bagun dari dulu sampai sekarang ini, teryata masih belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan dan tantangan global untuk masa yang akan datang, Program pemerataan dan peningkatan kulitas pendidikan yang selama ini menjadi fokus pembinaan masih menjadi masalah yang menonjol dalam dunia pendidikan di Indonesia ini.
Sementara itu jumlah penduduk usia pendidikan dasar yang berada di luar dari sistem pendidikan nasional ini masih sangatlah banyak jumlahnya, dunia pendidikan kita masih berhadapan dengan berbagai masalah internal yang mendasar dan bersifat komplek, selain itu pula bangsa Indonesia ini  masih menghadapi sejumlah problematika yang sifatnya berantai sejak jenjang pendidikan mendasar sampai pendidikan tinggi.Kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh yang di harapkan, oleh karena itu upaya untuk membagun SDM yang berdaya saing tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu pekerjaan yang gampang, di butuhkanya partisipasi yang strategis dari berbagai komponen.
a.       Apa pengertian sistem pendidikan nasional ?
b.      Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia saat ini ?
c.       Apa dampak perubahan sistem pendidikan Indonesia terhadap pelajar di Indonesia ?
d.      Bagaimana implementasi nilai kejuangan pangsar Jenderal Soedirman terhadap sistem pendidikan di Indonesia ?
a.       Mengetahui pengertian sistem pendidikan nasional
b.      Mengetahui keadaan sistem pendidikan di Indonesia saat ini
c.       Mengetahui dampak dari perubahan sistem pendidikan di Indonesia
d.      Mengetahui implementasi nilai kejuangan pangsar Jendral Soedirman terhadap sistem pendidikan di Indonesia




 

BAB II
PEMBAHASAN

Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “systema”, yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Istilah sistem dipakai untuk menunjukkan beberapa pengertian, salah satunya adalah sistem dapat dipakai untuk menunjukkan sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan terorganisasi sehingga membentuk suatu kesatuan yang logis.Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekedar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (product) (Zahara Idris 1987). Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas. (Deartemen Pendidikan dan Kebudayaan 1939)
Dalam pengertian umum sistem pendidikan adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang diharapakan berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk tercapainya tujuan terebut. Karena itu, proses pendidikan merupakan sebuah sistem, yang disebut sebagai sistem pendidikan.
Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan aktivitas pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujun pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional tersebut merupakan suatu supra sistem, yaitu suatu sistem yang besar dan kompleks, yang didalamnya tercakup beberapa beberapa bagian yang juga merupakan sistem-sistem.
Pendidikan merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metodologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara. Terbukti bahwa seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh. Namun eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih menjadi permasalahan karena masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya dan ada juga yang sama sekalipun belum pernah mencicipi bangku sekolah sama sekali contoh kecilnya saja anak yang terlantar hal ini sangat memperihatinkan. Sebenarnya mereka juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak yang sudah mendapat pendidikan yang layak seperti contoh anak orang kaya. Arah bangsa nantinya ada pada tangan mereka karena merekalah nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.
Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, namun masih ada beberapa  dari mereka yang belum mendapatkan hak tersebut. Hingga saat ini, peluang terbesar untuk memperoleh akses pendidikan yang baik hanya anak orang kaya dan pintar. Dengan bermodalkan kemampuan ekonomi yang lebih dari cukup, didukung dengan kemampuan berpikir tinggi, menjadi faktor pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Mereka berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas, berstandar nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan belajar-mengajar yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak didik yang punya daya pikir tinggi.  Selain itu, tersedianya sarana prasarana yang lengkap membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan. Pada saatsekarang pendidikan yang ada di Indonesia berbentuk sistem pasar yaitu bagi mereka yang memiliki uang banyak maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak.sebenarnya hal tersebut tidak boleh terjadi.
Ada beberapa hal yang membuat pendidikan di Indonesia semakin melenceng dari cita-cita bangsa. Pertama, kecenderungan pendidikan Indonesia yang semakin elitis dan tak terjangkau rakyat miskin. Dalam hal ini, pemerintah dituding membuat kebijakan yang diskriminatif sehingga menyulitkan rakyat kecil mengakses pendidikan. Kedua, lahirnya sistem pendidikan yang tidak memberdayakan. Dalam konteks ini, kebijakan yang dibentuk semata-mata untuk mendukung status quo dan memapankan kesenjangan sosial (Darmaningtyas, 2005, Pendidikan Rusak-Rusakan). Ketiga, kurangnya orientasi pendidikan terhadap pembangunan moral. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat realitas anak-anak yang bertindak amoral, sehingga sering dikatakan pendidikan minus budi pekerti.Telah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari generasi ke generasi selanjutnya. Jangan sampai generasi itu terputuskan dengan begitu saja. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dan nilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah di emban oleh orang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orang yang punya visi kedepan, yaitu menjadikan generasi yang lebih baik dan beradab. Betapa sangat pentingnya pendidikan ini negara-negara yang majupun tentunya tidak akan terlepas dari peran pendidikan.Berbicara tentang pendidikan ini Dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2 sudah jelas yaitu bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga mempriorotaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Pertanyaanya, sudahkah semua anak bangsa mendapatkan haknya? Melihat fakta saat ini, di Indonesia setiap tahunnya lebih dari 1,5 juta anak sekolah tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kurikulum merupakan aturan dan cara yang di pakai oleh sebuah lembaga pendidikan dengan tujuan untuk meniingkatkan mutu dari pada pendidikan atau lembaga pendidikan. Kurikulum di katakan penting dalam sebuah pendidikan karna keberhasilan sebuah pendidikan untuk dapat mencetak output atau di sebut dengan peserta didik yang bermutu dan baik sangat di tentukan oleh kurikulum sebuah pendidikan. Kurikulum pendidikan yang kurang tepat bagi siswa atau sekolah justru akan memberi masalah masalah baru dalam dunia pendidikan, karna kurikulum baru belum tentu sesuai dengan siswa atau dapat di terima siswa tersebut  bahkan mungkin siswa justru tidak siap dengan sistem baru yang mungkin dapat menyusahkan mereka, lalu mengapa sistem pendidikan di indonesia hampir sering di gonta ganti, mengapa sekolah atau lembaga pendidikan tidak memfokuskan diri pada satu sistem atau kurikulum supaya siswa dapat menyesuaikan dan menerima sistem tersebut dengan baik.
Tujuan pemerintah mengganti kurikulum dalam pendidikan tidak lain adalah karna ingin memperbaiki mutu pendidikan supaya bisa berkembang lebih baik dari sebelum nya. Tapi apakah demikian. Pada kenyataannya tidak ada perubahan mutu yang di berikan oleh pendidikan di Indonesian bahkan mutu pendidikan selama kurang lebih dalam lima tahun ini memberikan hasil yang mengecewakan, justru perubahan kurikulum pendidikan yang begitu cepat menimbulkan masalah-masalah baru dalam dunia pendidikan, seperti halnya banyak prestasi siswa yang menurun. Hal ini mungkin di sebabkan karena siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru. Lalu apakah pemerintah memikirkan masalah yang demikian, kami rasa tidak, pemerintah mungkin lebih berfikir dampak positif yang hanya memudahkan sebagian pihak saja. Sebenarnya begitu banyak mutu pendidikan tidak hanya karena pergantian kurikulum, tetapi sejatinya kurikulum merupakan dasar dari jalannya program pendidikan.
Dampak dari kurikulum pendidikan yang bergonta ganti bukan hanya memberikan dampak negatif terhadap siswa yang prestasinya semakin merendah, sebenarnya perubahan ini juga dapat berdampak pada sekolah yaitu pada tujuan atau visi sebuah sekolah juga akan ikut-ikutan kacau. Contoh saja bila sebuah sekolah memiliki satu tujuan atau satu visi, tentu sekolah tersebut akan berusaha untuk mencapai tujuannya, dan untuk memenuhi sebuah visi tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat, ketika mereka telah memfokuskan diri pada visi yang telah di susun secara tiba-tiba kurikulum diganti tentu sekolah tersebut harus mengganti tujuan yang ingin di capai. Mungkin pemerintah merasa bahwa perubahan kurikulum dapat memberi perubahan yang lebih baik pada mutu pendidikan, namun pada kenyataannya tidak demikian

Mahasiswa sebagai bagian integral dari pemuda indonesia memiliki kedudukan dan posisi yang strategis di suatu masyarakat  yang memperoleh kebijakan – kebijakan setiap pemerintah berpendapat sewenang-wenang terhadap keputusan yang tidak sangat berpengaruh terhadap masyarakat maka di situ peranan mahasiswa akan muncul dengan cara berkonsisten teguh untuk membatalkan rencana-rencana pemerintah yang mungkin sangat tidak bermanfaat bagi rakyat dengan cara berdemo, tetapi berdemo disini tidak harus melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat karena mahasiswa itu adalah sosok yang dewasa, hanya mahasiswa yang tidak berpendidikan saja yang dapat merugikan masyarakat sekitar.

Kita harus tahu sebagai mahasiswa Unsoed akan jatidiri yang dikembangkan dari mata kuliah yang didapat, tidakkah seorang mahasiswa akan melenceng dari jatidirinya, mungkin saja akan merugikan apabila mahasiswa ini tidak meneladani seorang Jenderal Soedirman yang telah mendidik masyarakatnya. Maka dari itu, di kampus Unsoed tercinta ini di didik untuk jatidirinya, untuk mewujudkan sosok mahasiswa yang civitasnya kuat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam meneladani yang di contohkan Pangsar Jenderal Soedirman.

Untuk mewujudkan cita-cita mahasiswa Unsoed yang meneladani Pangsar Jenderal Soedirman, mahasiswa harus mencontohkan di lapangan atau di masyarakat agar masyarakat tahu seorang mahasiswa Unsoed yang membawa nama besar prajurit besar itu seperti apa perilakunya, ini berarti adalah tanggung jawab yang sangat besar bagi mahasiswa Unsoed .

Cara menyikapinya kita koreksi jatidiri kita sendiri apakah kita sudah benar ataupun sudah meneladani sosok beliau, jangan selalu mengumbar perkataan apabila kita belum mencontohkannya sendiri, berfikirlah untuk ingin maju  dan kita selalu  berfikir kritis jangan hanya didalam diri kita ini hanya hawa nafsu saja, kembangkanlah inovatif-inovatif yang membuat kita akan berkembang dan maju. Lakukanlah tindakan yang membuat kita bangga seperti kita ingin membanggakan orang tua , jauhkanlah hal-hal yang negatif dengan melakukan hal-hal positif agar hati kita tenang dan tak mempunyai suatu beban yang berat.

Mari kita mulai contohkan ke sebuah masyarakat dalam konsep-konsep yang kita buat seperti memimpin diri , menjaga etika, etos bekerja, mempunyai gambaran untuk maju, menjadi yang mempunyai prestasi dan selalu ingin lebih banyak dalam tindakan dibandingkan kita berbicara yang tak ada gunanya. Dengan konsep ini kami sebagai mahasiswa Unsoed seharusnya mencontoh Pangsar Jenderal Soedirman dengan melakukan apa yang telah dibuat dalam visi dan misi Unsoed.


Yang pertama konsepnya adalah memimpin diri dengan bersikap menjaga diri kita dan mampu mengatur waktu dalam hal-hal apa yang kita kerjakan itu momentum dalam memimpin diri.

Kedua, menjaga etika kita dalam berbicara, tingkah laku, sopan santun, saling menghormati apalagi menghormati yang lebih tua dan menghormati pendapat orang ketika kita sedang berdiskusi itu inti dari etika menurut pendapat pembuat makalah.

Ketiga, etos bekerja berarti kerja keras itu adalah pondasi kita tanpa kerja keras kita tak akan mendapatkan hasil apa-apa ,makanya disini kita harus bekerja dengan giat, ulet, rajin ,dan setelah kita sudah berikhtiar jangan lupa kita selalu berdoa semoga pekerjaan yang apa kita lakukan bermanfaat bagi kita maupun orang lain yang kita banggakan.

Keempat, gambaran untuk maju ketika kita membuat rencana atau planning untuk kedepannya dengan cara mematuhi apa yang kita catat sehingga kita dapat teratur sedimikian rupa dalam rencana yang telah kita buat, ketika kita tidak bisa menjalankannya maka kita akan kalah pada jiwa negatif kita dengan malas-malasan itu akan susah apabila kita tak mau merubahnya sendiri.







BAB III
PENUTUP
Sistem pendidikan merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang diharapakan berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk tercapainya tujuan terebut. Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas.
   Pendidikan nasional merupakan suatu usaha untuk membimbing para warga negara Indonesia menjadi pacasila, yang berpribadi, berdasarkan akan Ketuhanan berkesadaran masyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar. Serta tujuan dari pendidikan nasional itu yakni membangun kualitas manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan selalu dapat meningkatkan kebudayaan dengan-Nya sebagai warga negara yang berjiwa pancasila mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti yang luhur dan berkribadian yang kuat, cerdas, terampil, dapat mengembangkan dan menyuburkan sikf domokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani, mampu mengembangkan daya estetik, berkesanggupan untuk membangun diri dan masyarakatnya.
·       Bahwasanya kita sebagai mahasiswa harus dapat memahami Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman tidak hanya bersifat teoritis tetapi harus ada bukti nyata yang kita lakukan untuk masyarakat dan harus didasari dengan niat pada diri individu masing-masing.
·       Bahwa prinsipnya kita harus meneladani nilai kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman yang telah membela Negara kita dan jangan dilupakan sifat-sifat dari Pangsar Jenderal Soedirman.















DAFTAR PUSTAKA

http://hidayatullahahmad.wordpress.com/2013/03/17/makalah-ilmu-pendidikan-sistem-pendidikan/
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/09/kondisi-pendidikan-bangsa-indonesia-616926.html
http://yeni-rochmahwati.blogspot.com/2013/04/dampak-perubahan-kurikulum-pendidikan.html
http://abdullahmujahid50.blogspot.com/2012/11/makalah-jatidiri-unsoed.html














Selasa, 02 Desember 2014

puisi merindukanmu by putri

Merindukanmu – oleh Kristanti Putri Faviyanti
Posted on August 14, 2014 by arramuse | Leave a comment


Disini aku yang selalu merindukanmu dengan rasa kesepianku
Disini aku yang mendengar tawamu ditempat yang jauh
Disini aku yang selalu berfikir hanya aku yang kau cinta
Dan disini kau meninggalkan segalanya tentang kita

Aku selalu memakai baju yang kau sukai saat kumengenakannya dulu
Kau yang selalu berkata “kau tampak cantik memakai baju ini”
Kuharap kau melihatnya sekarang bahwa aku jauh lebih cantik dari yang dulu
Tapi tu percuma

Aku selalu mengenakan parfum yang kau sukai saat aku mengenakannya dulu
Kau yang selalu berkata “kaulah aroma surgaku”
Kuharap kau menciumnya sekarang agar aku tetap menjadi surgamu
Tapi itu selalu percuma

Sebuah lagu yang kualunkan ditengah malam hari saat kuterbangun
Sebuah kisah cinta yang sempurna dengan pengorbananya
Sayang, bukan itu lagu kenangan kita
Hanya lagu yang kau persembahkan padanya, bukan padaku

Aku yang selalu bertahan dikesepian ini
Berlahan menjadi pasir pantai yang ikut terseret ombak namun tetap didasar
Kau yang kini terbang bersamanya dengan cinta yang tak kuketahui sebelumnya
Hanya disini airmata kan jatuh sia-sia

Biarkanlah kumelihat senyumanmu walau itu untuknya, bukan untukku
Izinkanlah kumelihat tawamu karenanya walau bukan karenaku
Dan jangan biarkan ku melihat kau ditinggalkan oeh dia yang kau cinta sekarang
Agar aku tau kau selalu bahagia bersama dia yang sekarang adalah cintamu
Satu hal yang pasti, kumerindukanmu

Merindukanmu – oleh Kristanti Putri Faviyanti
Pemalang

Minggu, 02 November 2014

Cerpen persahabatan berjudul Senyummu adalah Hidupku ini dikirim oleh Sarah Aulia.

oleh: Sarah Aulia - Langkahku terhenti di depan sebuah toko buku. Teringat buku yang harus aku beli, akupun memasukki toko buku itu.

“Ini dia…” katakku sambil mengambil sebuah buku yang bersampul biru, kemudian membaca isinya sebentar.

“Maaf ya… maaf…” seorang pria tiba-tiba tidak di kenal datang dan langsung memelukku tanpa alasa yang jelas.

Beberapa detik berlalu. Aku sempat bingung. Karena tidak segera melepaskan pelukannya akupun mendorongnya dengan kasar. “Apa-apaan sih lo?” katakku kasar

“Aduh… maaf banget ya… tadi aku lagi di kejar-kejar orang. Makasih ya mau bantuin aku.” Katanya kemudian tersenyum kepadakku.

“Orang stress.” Katakku kemudian meninggalkannya kemudian membawa bukuku ke kasir.

“Eh La… lo dari mana aja?” Tanya Dina menghampiriku.

“Ada orang stress, tiba-tiba meluk gue nggak jelas gitu. Katanya lagi di kejar-kejar sama orang.” Katakku kemudian menunjuk orang yang tadi memelukku.

“Demi apa? Lo di peluk sama dia? OMG… beruntung banget sih lo La, bisa di peluk sama dia.”

“Beruntung? Yang ada gue mandi kembang tujuh rupa abis ini.” Katakku ketus.

“Lo tau nggak dia siapa?” tanyanya. Aku menggeleng tanpa dosa. “Dia itu Landry. RAFAEL LANDRY TANUBRATA. Mantan vokalis band Cola float, sumpah ternyata dia keren banget.” Katanya kemudian histeris

“Cola float? Apaan tuh? Kayak nama minuman?” katakku polos.

“Cola float? Masa lo nggak tau? Itu loh, band yang judul lagunya Aku Sayang Kamu. Yang sering gue nyanyiin. Sumpah lagunya enak banget.”

“Terserah lo deh. Mau cola float kek. Mau coca cola kek. Gue nggak perduli. Balik yuk!!!” ajakku kepada sahabatku itu.

“Ah nggak seru lo… yaudah ayo balik.” Dina kemudian menggandeng tanganku dan kamipun keluar dari mall itu.


***
Hari berganti. Sekarang aku sudah mengenakan kemeja putih dan rok abu-abu selututku. Akupun bersiap untuk segera berangkat ke sekolah.

“Kamu udah bangun La?” seorang wanita yang tak lain mamaku menyapku dengan ramah. “Tadi ada orang yang nganterin bunga. Katanya buat kamu.”

“Dari siapa ma?”

“Nggak tau. Itu bunganya ada di ruang tamu.” Akupun segera mengambil kiriman bunga itu. kemudian memperhatikannya, sebuah mawar merah dan sekotak cokelat kesukaanku. Dan ada sebuah amplop berwarna biru yang berisi sebuah note. Kata-katanya sederhana, tapi menurutku itu cukup berkesan.

Cinta yang tumbuh dari sebuah perasaan yang sederhana.

***
Aku sampai di sekolah. “Pagi Lala. Sendiri aja?” seseorang mengagetkanku dari belakang.

“Eh, Ilham? Keliatannya?” katakku kepada seorang pria yang berada di belakangku yang ternyata Ilham, sahabatku.

“Sendiran. Biasanya sama Pramudina? Sohib lo?”

“Apasih? Gajelo ham. Emang lo bukan sohib gue?”

“Sejak kapan kita sohiban?” tanyanya menggoda. “Becanda-becanda. Eh ngomong-ngomong, gimana peluncuran buku kedua lo kemarin?”

“Baik. Lo kok nggak dateng sih? Jadikan gue Cuma berdua sama Dina.” Katakku sedih.

“Sorry deh. Gue ada acara, jadi nggak bisa dateng…”

“Oh yaudah. Eh ngomong-ngomong kemarin lo rekaman buat band lo ya? Apa kabarnya tuh band?”

 “Boy Band.”

“Ia deh apakatalo.”

“Baik lah. Emang kenapa?”

“Nggak. Soalnya masa ada band yang mau nerima orang kayak lo?” candakku. “Maksud gue emang nggak ada orang lain yang lebih waras untuk jadi personil band, selain lo?”

“Buktinya? Gue waras. Kalau nggak waras mana bisa gue break dance sambil nyanyi.” Katanya sambil menjulurkan lidahnya ke arahku. “Udahlah ayo kita masuk kelas! Nanti telat, diomelin Pak Effendi loh…” Ilham kemudian menarik tanganku menuju kelas.

Tiba-tiba jantungku berdegup kencang ketika Ilham menarik tanganku. Oh tuhan… apa yang terjadi padakku? Kenapa rasanya jantung ini tidak bisa berhenti berdegup kencang. Apakah aku suka sama Ilham? Nggak mungkin. Aku, dia, dan Pramudina sudah bersahabat sejak kecil. Masa aku mengingkari persahabatan demi cinta sesaat?

***
“Bisa gila gue lama-lama….” Jeritku ketika aku melihat sebuah karangan bunga lagi di meja belajarku.

“Kenapa lo La?” Tanya Dina yang sedang bermain di rumahku. Tepatnya sekarang dia berada di kamarku.

“Itu!” katakku menunjuk sebuah karangan bunga yang di letakkan di meja belajarku.

“So? Apa yang salah? Bunganya bagus.” Kata Dina enteng, sambil mengambil mawar merah dan sekotak cokelat yang ada di meja belajarku.

“Bagus sih bagus. Tapi ini terror namanya. Udah hampir satu bulan tiap hari gue bisa dapet 3 kiriman bunga sama cokelat kayak gitu. Emangnya rumah gue taman bunga apa? Sehari di kirimin 3 karangan bunga, udah kayak minum obat aja.” Katakku emosi

“Terus?”

“Nggak ada nama pengirimnya pula. Ditambah note-note itu!!!” katakku sambil menunjuk beberapa buah amplop yang berada di samping kotak cokelat. “Bisa gila gue lama-lama!!” jeritku lagi.

“Melihat dirimu tersenyum kepadakku, bagaikan melihat seluruh dunia tersenyum kepadakku. Wah… wah… kata-katannya bagus. Dapet darimana lo, La?”

“Dapet dari mana? Ya dari semua kiriman nggak jelas itu lah….”

“Itu berarti lo punya pengagum rahasia.”

“Apa? Pengagum rahasia gue? Darimana?”

“Ya wajar lah lo dapet karangan bunga sama note kayak gitu kayak gitu tiap hari. Lo kan novelis? Dan buku lo juga cukup terkenal. Jadi wajar lah kalau ada yang ngefans sama lo samapai kayak gitu. Kalau gue tuh baru nggak wajar. Gue siapa? Nggak ada yang kenal. Paling satpam depan sekolah yang kenal sama gue.”

“Huh…” akupun hanya bisa menghela nafas. Sesaat ku menatap mata sahabat baikku itu. Mungkin Dina benar. Tapi kenapa dia melakukan hal itu kepadaku? Kenapa dia tidak mencantumkan namanya di setiap kirimannya? Apakah dia benar-benar pengagum rahasiaku? Atau dia orang yang senang meneror kehidupan orang lain.

***
“Hai La… Din.” Seseorang menepuk pundakku.

“Eh lo Ham….” Sapaku kepada Ilham.

“Gue cariin lo berdua di kelas nggak ada, taunya ada di kantin.”

“Tumben lo nyariin kita? Kenapa nih… pasti ada udang di balik batu?” Tanya Dina. Memang benar jika Ilham mencari aku dan Dina pasti ada sesuatu yang dia inginkan.

“Tau aja…” kata Ilham sambil menunjukkan senyum beribu arti.

“Oke. To the point aja. Lo maunya apa? Kalo duit gue nggak punya, tanggung bulan nih…” kata Dina.

“Nggak kok. Gue Cuma mau ngajak lo ke peluncuran Single boy band gue. Mau ya….” Ilham memohon.

“Kapan?” Tanyaku.

“Hari minggu. Please dateng ya….” Katanya memohon.

“Oke deh Ham. Gue usahain.” katakku.

“Kok usahaiin sih… lo berdua harus dateng, nggak mau tau.”

“Ia deh… gue sama Lala dateng. Kita balik ke kelas dulu ya. Udah bel tuh.” Kata Dina. Kemudian bel sekolah berdering dua kali, itu tandanya jam istirahat sudah habis. Dan aku sudah harus kembali ke kelas.

***
Sesuai janjiku yang kemarin, aku dan Pramudina datang ke acara peluncuran single terbarunya Ilham. Di sana rencananya Ilham akan mengenalkanku pada personel Boy bandnya.

“Hei!!!” seseorang memanggil kami dari kejauhan. Dan aku tahu dia pasti Ilham. Kemudian dia menghampiri kami. “Gue kira kalian nggak datang.”

“Eh Ham… Gue kan udah janji kemarin. Janji kan harus di tepati.” Katakku.

“Yaudah ayo masuk. Nanti gue kenalin sama teman-teman gue.” Katanya mengajakku masuk ke dalam.

Di dalam aku melihat enam orang lainnya. “Guys, ini teman-teman gue.” Kata Ilham kepada teman-temannya. “Ini namanya Morgan, Kakak gue Reza, Dicky, Bisma, Rangga, dan yang di tuakan Rafael.” Katanya menjelaskan satu per satu.

“Elo…” katakku begitu melihat seorang yang seakan tidak asing.

Dia kemudian menatapku dengan tatapan bingung. Seakan tidak mengenaliku. Detik kemudian raut wajahnya tiba-tiba berubah. “Kamu Lala , novelis terkenal itu kan?” tanyanya.

“Elo bukannya yang waktu itu meluk gue di mall kan?” katakku.

“Kaaakkk Landry…..” Tiba-tiba Dina langsung memeluk orang itu.

“Lo udah kenal dia?” Tanya Ilham kepadakku begitu melihat ekspressi wajahku melihat orang itu.

“Belum. Tapi gue pernah ketemu dia di toko buku. dan nggak tau kenapa, tau-tau dia meluk gue. Katanya lagi dikejar-kejar orang.”

“Haha… ada-ada aja. Tapi lo tau nggak, sebenarnya Rafael itu ngefans banget sama lo?”

“Gue? Kok bisa?”

“Dia itu hobi banget baca buku. Apalagi kayak novel yang lo buat.” Kata Ilham menjelaskan semuanya.

“Masa sih, novel gue bisa sesukses itu?” kataku tak percaya.

“Kelihatnnya?” Ilham menatap matakku, benar-benar lekat. Tidak seperti tatapannya yang biasa. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang. Rasannya ada perasaan lain yang menyelimuti hatiku. Apakah aku jatuh cinta kepadanya?

Bangun Lala , Ilham itu sahabat lo. Nggak mungkinkan lo suka sama dia. Mau lo apain persahabatan lo, kalau lo suka sama dia. Inget dong, Dina juga suka sama Ilham. Jangan nyoba-nyoba ngancurin persahabatan yang udah ada selama bertahun-tahun ini demi cinta sesaat.

***
Tok… tok
Terdengar pintu rumahku di ketuk. Hari ini mamaku pergi, jadi aku hanya sendirian di rumah. “Sebentar…” teriakku dari dalam.
 
“Elo?” katakku terkejut dengan mulut yang mengangga membentuk huruf O, ketika melihat siapa yang berada di balik pintu depan rumahku.

“Boleh masuk?” katannya, iapun tersenyum manis kepadakku.

“Silahkan.” Katakku ragu-ragu, kemudian membukakan pintu untuknya. Aku memersilahkannya duduk di ruang tamu rumahku. “Lo Rafael kan? Temennya Ilham? Dan yang waktu itu ada di toko buku?”

“Ia. Sorry ganggu. Dan gue juga mau minta maaf soal yang di toko buku.” katannya menjawab satu per satu pertanyaan yang aku lontarkan secara beruntun. “Oh iya, gue juga mau minta maaf. Gara-gara gue lo ngerasa di terror selama satu bulan ini. Sorry ya?” katannya lagi

“Maksud lo?”

“Jadi gini…” katanya kemudian mengeluarkan sebuah mawar merah dari balik punggungnya. “Gue yang ngirim ini kerumah lo selama sebulan ini. Sorry kalau lo ngerasa ke terror.”

Aku menatapnya bingung. Masih tidak mengerti. “Jadi maksud lo? Lo yang udah ngirim semua bunga itu ke gue?”
 
“Yup… bisa dibilang begitu.”

“Sama cokelat dan note itu?” katakku lagi.

“Cokelat? Gue nggak nggak pernah ngirim cokelat, apalagi note.”

“Jadi yang ngirim cokelat sama note itu bukan lo?”

Rafael menampilkan tatapan bingungnya ke arahku. Tiba-tiba hand phone ku berbunyi. Sebuah pesan singkat, dari Ilham.

LA, LO DIMANA? CEPET KERUMAH SAKIT, PENYAKITNYA DINA KAMBUH LAGI.
Pikiranku langsung melayang begitu membaca SMS dari Ilham. Penyakitnya Dina kambuh lagi? Kok bisa? Pasti ada sesuatu yang bikin dia kaget, jadinya penyakitnya kambuh lagi.
 
“Kamu mau kemana?” tiba-tiba ada yang menarik tanganku. Aku baru ingat kalau sedang ada tamu di rumahku.

“Dina, sahabat gue. Penyakit jantungnya kambuh lagi. Sekarang dia ada di rumah sakit. Lo mau ikut?” Rafael menganggukkan kepalanya, dan saat itu juga aku dan dia menuju rumah sakit.

***
“Kok bisa penyakit jantungnya Dina kambuh? Emangnya kenapa?” tanyaku kepada Ilham yang sedang berada di ruang tunggu.

“Jadi begini….”

“Ham, akhir-akhir ini kok sekarang lo jadi sering banget beli cokelat sih? Setahu gue lo nggak suka cokelat.” Tanya Reza kakanya Ilham

“Emang kenapa? Mau tau aja. Suka-suka gue dong….”

“Lo kan adek gue. Jadi, apapun yang lo lakukan gue harus tau. Termasuk sifat lo yang tiba-tiba berubah gini.”

“Jadi sebenarnya…” Ilham diam sejenak. “Gue ngirim ini semua buat Lala. Sebenarnya gue udah suka sama dia dari dulu. Tapi, nggak pernah gue ungkapin. Gue takut di tolak sama dia kak.”

Tanpa di sengaja, Dina mendengar percakapan Ilham dengan Kakaknya. Tiba-tiba, nafasnya langsung tidak teratur, dan seketika itu juga dia pingsan.

“Jadi… lo suka sama gue?” Ilham mengangguk. “Lo juga yang ngirimin cokelat ke rumah gue?” Ia kembali mengangguk. “Dan Dina tau.” Ilham kembali mengangguk. “Ya ampun, Ham… lo tau nggak? Dina itu suka sama lo dari dulu. Dari pertama kali kita sahabatan. Dia bilang dia naksir berat sama lo. Tapi lo nya malah kayak gitu. Gimana nggak penyakit jantungnya kumat lagi?”

“Sorry, La… gue nggak tau.” Ilham terlihat menyesal.

“Udahlah, lo nggak usah minta maaf kayak gitu. Tapi, thanks yang buat semua cokelatnya.” Aku tersenyum kepadanya Ilham pun tersenyum kepadakku. Senyumnya itu benar-benar membuat hatiku cenat-cenut. Jadi inget lirik lagunya SM*SH, kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu. Ahahah…
Tidak lama kemudian dokter keluar dari dalam kamarnya Dina. “Siapa yang di sini namanya Ilham sama Lala?”

“Kami pak…” aku dan Ilham berdiri secara bersamaan. “Saudari Dina ingin bertemu dengan kalian. Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kalian.”

“Maksud dokter?” tanyaku.

“Kondisi saudari Dina sudah tidak dapat di tolong lagi. Penyakit jantungnya sudah tidak bisa di tolong. Mungkin hidupnya hanya tinggal sebentar lagi. Dan tadi dia bilang ingin bertemu dengan kalian. Mungkin ini akan jadi pertemuan terakhir kalian dengannya.” Kata dokter itu.
Tubuhku lemas mendengarnya. Rasanya kaki ini membeku, tidak dapat bergerak. Tapi Ilham menggenggam tanganku, kemudian menatapku dengan tatapan yang tidak biasa. Bagaikan api yang benyambar sebongkahan es batu kakiku yang tadi membaku bagaikan es batu yang baru saja mencair.

“Ayo kita selesaikan ini semua.” Katanya, kami berdua pun masuk ke dalam ruangan UGD tempat Dina di rawat.

“Dina…” kata kami bersamaan, begitu melihat kondisi Dina yang terbaring sangat lemas dengan berbagai alat rumah sakit menempel di badannya.

“Lala, Ilham.” Katanya lemas, sambil mencoba tersenyum kepada kami.

“Din, sorry ya… gara-gara gue, lo jadi… jadi… ya… jadi begini.” Kata Ilham, memang kata-katanya terkadang suka nggak jelas apa maksudnya.

“Gue juga minta maaf ya...” katakku kepada Dina

“Gue yang harusnya minta maaf, nggak seharusnya gue jadi jarak diantara kalian berdua. Gue bagaikan kutu yang ada di rambut tau.”
 
“Maksud lo apa din? Ada juga gue yang minta maaf sama lo, bukan lo yang minta maaf sama kita.”

“Gue tau…” katanya samba tersenyum kemudian menggenggam tanganku, dan menyatukannya dengan tangannya Ilham. “Gue tau, lo suka sama Ilham kan, La? Dan Ham, lo suka sama Lala kan? Jadi kenapa kalian nggak jadian aja.”

“Tapi kan…” aku melepaskan genggaman tanganku dengan Ilham.

“Anggep aja gue nggak ada. Sebentar lagi gue juga mati kok. Jadi kalian bisa pacaran dengan tenang. Tanpa ada lagi kutu di rambut kalian. Hehe…” katanya sambil sedikit bergurau, kemdian kembali menyatukan tanganku dengan tangannya Ilham.

Sesaat aku menggengam tangannya Ilham. Benar-benar hangat, rasanya nyaman dan tentaram di hati. Tapi kenapa tiba-tiba tangannya berubah menjadi dingin, dan beku. Bagaikan tidak ada setetespun darah yang mengalir di tubuhnya. Apa jangan-jangan…

Brak….
Nitt…..
Aku terkejut. Ketika melihat Ilham sudah terkapar di lantai, dengan wajah yang pucat dau sudah tidak bernafas lagi. Ditambah lagi alat pendetkesi detak jantung yang terpasang di tubuh Dina juga membentuk sebuah garis lurus.

Aku tertunduk menyesal. Aku benar-benar telah mengorbankan persahabatan kami demi cinta sesaat. Kini, aku benar-benar kehilangan sahabat-sahabat terbaikku. Dan juga semua persahabatan yang telah kami jalin yang benar-benar indah.
Tamat