Senin, 08 Desember 2014

Makalah implementasi pangsar jendral soedirmam




IMPLEMENTASI NILAI KEJUANGAN PANGSAR JENDERAL SOEDIRMAN TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA






Di susun oleh :
1.      Lulu Atun Nafisah             (F1A014039)
2.      Tria Hana Fahrunnisa        (F1A014040)
3.      Puput Metika Sari I. Y.     (F1A014041)
4.      Novita Nurgraeni              (F1A014044)
5.      Dewi Indah Pertiwi           (F1A014045)
6.      Mohammad Rizal Santoso(F1A014052)
7.      Aulia Rahma                     (F1A014089)
8.      Angga Umar Fuad            (F1A014101)







UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
PRODI SOSIOLOGI
2014





Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Makalah ini bertemakan tentang Implementasi Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman Untuk Menyelesaikan Persoalan Yang Dihadapi Bangsa Indonesia, yang mana persoalan bangsa Indonesia yang kami bahas dalam makalah ini adalah Sistem Pendidikan Di Indonesia.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 









Purwokerto, 8 Oktober 2014




Penulis

















b.      Rumusan Masalah. 3
c.       Tujuan. 3
a.       Kesimpulan. 9
b.      Saran. 10























Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, penelitian, atau pelatihan. Seperti yang tercantum pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.Sistem pendidikan Indonesia  yang telah di bagun dari dulu sampai sekarang ini, teryata masih belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan dan tantangan global untuk masa yang akan datang, Program pemerataan dan peningkatan kulitas pendidikan yang selama ini menjadi fokus pembinaan masih menjadi masalah yang menonjol dalam dunia pendidikan di Indonesia ini.
Sementara itu jumlah penduduk usia pendidikan dasar yang berada di luar dari sistem pendidikan nasional ini masih sangatlah banyak jumlahnya, dunia pendidikan kita masih berhadapan dengan berbagai masalah internal yang mendasar dan bersifat komplek, selain itu pula bangsa Indonesia ini  masih menghadapi sejumlah problematika yang sifatnya berantai sejak jenjang pendidikan mendasar sampai pendidikan tinggi.Kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh yang di harapkan, oleh karena itu upaya untuk membagun SDM yang berdaya saing tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu pekerjaan yang gampang, di butuhkanya partisipasi yang strategis dari berbagai komponen.
a.       Apa pengertian sistem pendidikan nasional ?
b.      Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia saat ini ?
c.       Apa dampak perubahan sistem pendidikan Indonesia terhadap pelajar di Indonesia ?
d.      Bagaimana implementasi nilai kejuangan pangsar Jenderal Soedirman terhadap sistem pendidikan di Indonesia ?
a.       Mengetahui pengertian sistem pendidikan nasional
b.      Mengetahui keadaan sistem pendidikan di Indonesia saat ini
c.       Mengetahui dampak dari perubahan sistem pendidikan di Indonesia
d.      Mengetahui implementasi nilai kejuangan pangsar Jendral Soedirman terhadap sistem pendidikan di Indonesia




 

BAB II
PEMBAHASAN

Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “systema”, yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Istilah sistem dipakai untuk menunjukkan beberapa pengertian, salah satunya adalah sistem dapat dipakai untuk menunjukkan sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan terorganisasi sehingga membentuk suatu kesatuan yang logis.Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekedar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (product) (Zahara Idris 1987). Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas. (Deartemen Pendidikan dan Kebudayaan 1939)
Dalam pengertian umum sistem pendidikan adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang diharapakan berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk tercapainya tujuan terebut. Karena itu, proses pendidikan merupakan sebuah sistem, yang disebut sebagai sistem pendidikan.
Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan aktivitas pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujun pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional tersebut merupakan suatu supra sistem, yaitu suatu sistem yang besar dan kompleks, yang didalamnya tercakup beberapa beberapa bagian yang juga merupakan sistem-sistem.
Pendidikan merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metodologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara. Terbukti bahwa seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh. Namun eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih menjadi permasalahan karena masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya dan ada juga yang sama sekalipun belum pernah mencicipi bangku sekolah sama sekali contoh kecilnya saja anak yang terlantar hal ini sangat memperihatinkan. Sebenarnya mereka juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak yang sudah mendapat pendidikan yang layak seperti contoh anak orang kaya. Arah bangsa nantinya ada pada tangan mereka karena merekalah nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.
Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, namun masih ada beberapa  dari mereka yang belum mendapatkan hak tersebut. Hingga saat ini, peluang terbesar untuk memperoleh akses pendidikan yang baik hanya anak orang kaya dan pintar. Dengan bermodalkan kemampuan ekonomi yang lebih dari cukup, didukung dengan kemampuan berpikir tinggi, menjadi faktor pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Mereka berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas, berstandar nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan belajar-mengajar yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak didik yang punya daya pikir tinggi.  Selain itu, tersedianya sarana prasarana yang lengkap membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan. Pada saatsekarang pendidikan yang ada di Indonesia berbentuk sistem pasar yaitu bagi mereka yang memiliki uang banyak maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak.sebenarnya hal tersebut tidak boleh terjadi.
Ada beberapa hal yang membuat pendidikan di Indonesia semakin melenceng dari cita-cita bangsa. Pertama, kecenderungan pendidikan Indonesia yang semakin elitis dan tak terjangkau rakyat miskin. Dalam hal ini, pemerintah dituding membuat kebijakan yang diskriminatif sehingga menyulitkan rakyat kecil mengakses pendidikan. Kedua, lahirnya sistem pendidikan yang tidak memberdayakan. Dalam konteks ini, kebijakan yang dibentuk semata-mata untuk mendukung status quo dan memapankan kesenjangan sosial (Darmaningtyas, 2005, Pendidikan Rusak-Rusakan). Ketiga, kurangnya orientasi pendidikan terhadap pembangunan moral. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat realitas anak-anak yang bertindak amoral, sehingga sering dikatakan pendidikan minus budi pekerti.Telah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari generasi ke generasi selanjutnya. Jangan sampai generasi itu terputuskan dengan begitu saja. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dan nilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah di emban oleh orang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orang yang punya visi kedepan, yaitu menjadikan generasi yang lebih baik dan beradab. Betapa sangat pentingnya pendidikan ini negara-negara yang majupun tentunya tidak akan terlepas dari peran pendidikan.Berbicara tentang pendidikan ini Dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2 sudah jelas yaitu bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga mempriorotaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Pertanyaanya, sudahkah semua anak bangsa mendapatkan haknya? Melihat fakta saat ini, di Indonesia setiap tahunnya lebih dari 1,5 juta anak sekolah tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kurikulum merupakan aturan dan cara yang di pakai oleh sebuah lembaga pendidikan dengan tujuan untuk meniingkatkan mutu dari pada pendidikan atau lembaga pendidikan. Kurikulum di katakan penting dalam sebuah pendidikan karna keberhasilan sebuah pendidikan untuk dapat mencetak output atau di sebut dengan peserta didik yang bermutu dan baik sangat di tentukan oleh kurikulum sebuah pendidikan. Kurikulum pendidikan yang kurang tepat bagi siswa atau sekolah justru akan memberi masalah masalah baru dalam dunia pendidikan, karna kurikulum baru belum tentu sesuai dengan siswa atau dapat di terima siswa tersebut  bahkan mungkin siswa justru tidak siap dengan sistem baru yang mungkin dapat menyusahkan mereka, lalu mengapa sistem pendidikan di indonesia hampir sering di gonta ganti, mengapa sekolah atau lembaga pendidikan tidak memfokuskan diri pada satu sistem atau kurikulum supaya siswa dapat menyesuaikan dan menerima sistem tersebut dengan baik.
Tujuan pemerintah mengganti kurikulum dalam pendidikan tidak lain adalah karna ingin memperbaiki mutu pendidikan supaya bisa berkembang lebih baik dari sebelum nya. Tapi apakah demikian. Pada kenyataannya tidak ada perubahan mutu yang di berikan oleh pendidikan di Indonesian bahkan mutu pendidikan selama kurang lebih dalam lima tahun ini memberikan hasil yang mengecewakan, justru perubahan kurikulum pendidikan yang begitu cepat menimbulkan masalah-masalah baru dalam dunia pendidikan, seperti halnya banyak prestasi siswa yang menurun. Hal ini mungkin di sebabkan karena siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru. Lalu apakah pemerintah memikirkan masalah yang demikian, kami rasa tidak, pemerintah mungkin lebih berfikir dampak positif yang hanya memudahkan sebagian pihak saja. Sebenarnya begitu banyak mutu pendidikan tidak hanya karena pergantian kurikulum, tetapi sejatinya kurikulum merupakan dasar dari jalannya program pendidikan.
Dampak dari kurikulum pendidikan yang bergonta ganti bukan hanya memberikan dampak negatif terhadap siswa yang prestasinya semakin merendah, sebenarnya perubahan ini juga dapat berdampak pada sekolah yaitu pada tujuan atau visi sebuah sekolah juga akan ikut-ikutan kacau. Contoh saja bila sebuah sekolah memiliki satu tujuan atau satu visi, tentu sekolah tersebut akan berusaha untuk mencapai tujuannya, dan untuk memenuhi sebuah visi tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat, ketika mereka telah memfokuskan diri pada visi yang telah di susun secara tiba-tiba kurikulum diganti tentu sekolah tersebut harus mengganti tujuan yang ingin di capai. Mungkin pemerintah merasa bahwa perubahan kurikulum dapat memberi perubahan yang lebih baik pada mutu pendidikan, namun pada kenyataannya tidak demikian

Mahasiswa sebagai bagian integral dari pemuda indonesia memiliki kedudukan dan posisi yang strategis di suatu masyarakat  yang memperoleh kebijakan – kebijakan setiap pemerintah berpendapat sewenang-wenang terhadap keputusan yang tidak sangat berpengaruh terhadap masyarakat maka di situ peranan mahasiswa akan muncul dengan cara berkonsisten teguh untuk membatalkan rencana-rencana pemerintah yang mungkin sangat tidak bermanfaat bagi rakyat dengan cara berdemo, tetapi berdemo disini tidak harus melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat karena mahasiswa itu adalah sosok yang dewasa, hanya mahasiswa yang tidak berpendidikan saja yang dapat merugikan masyarakat sekitar.

Kita harus tahu sebagai mahasiswa Unsoed akan jatidiri yang dikembangkan dari mata kuliah yang didapat, tidakkah seorang mahasiswa akan melenceng dari jatidirinya, mungkin saja akan merugikan apabila mahasiswa ini tidak meneladani seorang Jenderal Soedirman yang telah mendidik masyarakatnya. Maka dari itu, di kampus Unsoed tercinta ini di didik untuk jatidirinya, untuk mewujudkan sosok mahasiswa yang civitasnya kuat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam meneladani yang di contohkan Pangsar Jenderal Soedirman.

Untuk mewujudkan cita-cita mahasiswa Unsoed yang meneladani Pangsar Jenderal Soedirman, mahasiswa harus mencontohkan di lapangan atau di masyarakat agar masyarakat tahu seorang mahasiswa Unsoed yang membawa nama besar prajurit besar itu seperti apa perilakunya, ini berarti adalah tanggung jawab yang sangat besar bagi mahasiswa Unsoed .

Cara menyikapinya kita koreksi jatidiri kita sendiri apakah kita sudah benar ataupun sudah meneladani sosok beliau, jangan selalu mengumbar perkataan apabila kita belum mencontohkannya sendiri, berfikirlah untuk ingin maju  dan kita selalu  berfikir kritis jangan hanya didalam diri kita ini hanya hawa nafsu saja, kembangkanlah inovatif-inovatif yang membuat kita akan berkembang dan maju. Lakukanlah tindakan yang membuat kita bangga seperti kita ingin membanggakan orang tua , jauhkanlah hal-hal yang negatif dengan melakukan hal-hal positif agar hati kita tenang dan tak mempunyai suatu beban yang berat.

Mari kita mulai contohkan ke sebuah masyarakat dalam konsep-konsep yang kita buat seperti memimpin diri , menjaga etika, etos bekerja, mempunyai gambaran untuk maju, menjadi yang mempunyai prestasi dan selalu ingin lebih banyak dalam tindakan dibandingkan kita berbicara yang tak ada gunanya. Dengan konsep ini kami sebagai mahasiswa Unsoed seharusnya mencontoh Pangsar Jenderal Soedirman dengan melakukan apa yang telah dibuat dalam visi dan misi Unsoed.


Yang pertama konsepnya adalah memimpin diri dengan bersikap menjaga diri kita dan mampu mengatur waktu dalam hal-hal apa yang kita kerjakan itu momentum dalam memimpin diri.

Kedua, menjaga etika kita dalam berbicara, tingkah laku, sopan santun, saling menghormati apalagi menghormati yang lebih tua dan menghormati pendapat orang ketika kita sedang berdiskusi itu inti dari etika menurut pendapat pembuat makalah.

Ketiga, etos bekerja berarti kerja keras itu adalah pondasi kita tanpa kerja keras kita tak akan mendapatkan hasil apa-apa ,makanya disini kita harus bekerja dengan giat, ulet, rajin ,dan setelah kita sudah berikhtiar jangan lupa kita selalu berdoa semoga pekerjaan yang apa kita lakukan bermanfaat bagi kita maupun orang lain yang kita banggakan.

Keempat, gambaran untuk maju ketika kita membuat rencana atau planning untuk kedepannya dengan cara mematuhi apa yang kita catat sehingga kita dapat teratur sedimikian rupa dalam rencana yang telah kita buat, ketika kita tidak bisa menjalankannya maka kita akan kalah pada jiwa negatif kita dengan malas-malasan itu akan susah apabila kita tak mau merubahnya sendiri.







BAB III
PENUTUP
Sistem pendidikan merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagiannya yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang diharapakan berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk tercapainya tujuan terebut. Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas.
   Pendidikan nasional merupakan suatu usaha untuk membimbing para warga negara Indonesia menjadi pacasila, yang berpribadi, berdasarkan akan Ketuhanan berkesadaran masyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar. Serta tujuan dari pendidikan nasional itu yakni membangun kualitas manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan selalu dapat meningkatkan kebudayaan dengan-Nya sebagai warga negara yang berjiwa pancasila mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti yang luhur dan berkribadian yang kuat, cerdas, terampil, dapat mengembangkan dan menyuburkan sikf domokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani, mampu mengembangkan daya estetik, berkesanggupan untuk membangun diri dan masyarakatnya.
·       Bahwasanya kita sebagai mahasiswa harus dapat memahami Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman tidak hanya bersifat teoritis tetapi harus ada bukti nyata yang kita lakukan untuk masyarakat dan harus didasari dengan niat pada diri individu masing-masing.
·       Bahwa prinsipnya kita harus meneladani nilai kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman yang telah membela Negara kita dan jangan dilupakan sifat-sifat dari Pangsar Jenderal Soedirman.















DAFTAR PUSTAKA

http://hidayatullahahmad.wordpress.com/2013/03/17/makalah-ilmu-pendidikan-sistem-pendidikan/
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/09/kondisi-pendidikan-bangsa-indonesia-616926.html
http://yeni-rochmahwati.blogspot.com/2013/04/dampak-perubahan-kurikulum-pendidikan.html
http://abdullahmujahid50.blogspot.com/2012/11/makalah-jatidiri-unsoed.html














Tidak ada komentar:

Posting Komentar