TUGAS
PAPER SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA
TENTANG
IMPIAN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Oleh :
Lulu Atun Nafisah
F1A014039
SOSIOLOGI KELAS A
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2015
Impianku untuk menyelaraskan Sumber
Daya Alam dan Sumber Daya Manusia
Indonesia
adalah negeri yang kaya raya akan sumber daya manusia dan juga sumber daya
alamnya. Indonesia termasuk negara yang penduduknya paling banyak, menduduki
rating ke-3 di dunia. Tetapi disamping itu, tidak ada keselarasan antara sumber
daya alam dan sumber daya manusianya. Sumber daya alam melimpah di indonesia
tetapi warga negara indonesia belum mampu untuk mengolahnya. Maka dari itu
Indonesia perlu memiliki mimpi yang mampu membuat negara indonesia bangkit dari
segala keterpurukan. Warga negara indonesia merupakan akar dari pembangkit
Indonesia. Indonesia harus bisa menggugah hati para anak bangsa untuk kembali
mengobarkan semangat demi kebangkitan indonesia.
Dari
melimpahnya sumber daya alam di indonesia seharusnya masyarakat mampu
mengolahnya, agar negara indonesia tidak selalu impor dari luar negeri. Di
indonesia masih kekurangan alat ataupun keterampilan yang baik. Ide yang
dimiliki negara luar lebih berilian dibandingkan negara kita ini. Negara kita hanya menghasilkan bahan mentah
tetapi untuk mengolahnya negara indonesia masih membutuhkan negara lain, atau
bahkan bahan mentah itu di ekspor ke luar negeri.
Saya berharap Indonesia
bisa memperbaiki segala keterpurukan.
Untuk mewujudkan harapan itu, saya bermimpi Indonesia
mempunyai Sumber Daya Manusia yang luar biasa untuk bisa mengola sumber-sumber
alam dengan sebaik-baiknya. Karena bumi dan air dan kekayaan alam yang
terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran serta kesejahteraan
rakyat Indonesia.
Impianku untuk tempat wisata di
Indonesia
Bukan
hanya Sumber Daya Alam ataupun Sumber Daya Manusianya, tetapi keindahan alam
Indonesia juga tidak dimanfaatkan dengan baik. Seperti yang telah saya amati di
negara kita ini memiliki banyak tempat wisata ataupun tempat yeng pantas
dijadikan wisata tetapi justru tidak diperhatikan. Jika tempat-tempat itu
dimanfaatkan menjadi tempat wisata yang indah pasti akan menarik para wisatawan
untuk berkunjung ke negara kita yang indah ini. Tetapi sayangnya banyak
tempat-tempat indah yang tidak dijangkau oleh pemerintah. Jadi tempat tersebut
hanya dijadikan wisata oleh masyarakat setempat. Saya bermimpi kedepanya
Indonesiaku yang tercinta ini menjadi tempat wisata yang paling tekenal dan di
favoritkan para tourist-tourist luar negeri.
Impian saya untuk pendidikan di
Indonesia
Pendidikan di Indonesia merupakan
tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa.
Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan
lahir batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan,
materi pengajaran dan metodologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang
akuntabel susah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara.
Terbukti bahwa seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan
kebudayaan dan teknologi tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang
sangat kokoh. Namun eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini
masih menjadi permasalahan karena masih banyak anak bangsa yang belum
mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya dan ada juga yang sama
sekalipun belum pernah mencicipi bangku sekolah sama sekali contoh kecilnya
saja anak yang terlantar hal ini sangat memperihatinkan. Sebenarnya mereka juga
mempunyai hak yang sama seperti anak-anak yang sudah mendapat pendidikan yang
layak seperti contoh anak orang kaya. Arah bangsa nantinya ada pada tangan
mereka karena merekalah nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.
Pendidikan merupakan hak setiap
warga negara, namun masih ada beberapa dari mereka yang belum mendapatkan
hak tersebut. Hingga saat ini, peluang terbesar untuk memperoleh akses pendidikan
yang baik hanya anak orang kaya dan pintar. Dengan bermodalkan kemampuan
ekonomi yang lebih dari cukup, didukung dengan kemampuan berpikir tinggi,
menjadi faktor pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Mereka berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas, berstandar
nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan belajar-mengajar
yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak didik yang punya daya
pikir tinggi. Selain itu, tersedianya sarana prasarana yang lengkap
membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan. Pada saatsekarang pendidikan
yang ada di Indonesia berbentuk sistem pasar yaitu bagi mereka yang memiliki
uang banyak maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak.sebenarnya hal
tersebut tidak boleh terjadi.
Ada beberapa hal yang membuat
pendidikan di Indonesia semakin melenceng dari cita-cita bangsa. Pertama,
kecenderungan pendidikan Indonesia yang semakin elitis dan tak terjangkau
rakyat miskin. Dalam hal ini, pemerintah dituding membuat kebijakan yang
diskriminatif sehingga menyulitkan rakyat kecil mengakses pendidikan. Kedua,
lahirnya sistem pendidikan yang tidak memberdayakan. Dalam konteks ini,
kebijakan yang dibentuk semata-mata untuk mendukung status quo dan
memapankan kesenjangan sosial (Darmaningtyas, 2005, Pendidikan
Rusak-Rusakan). Ketiga, kurangnya orientasi pendidikan terhadap pembangunan
moral. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat realitas anak-anak yang
bertindak amoral, sehingga sering dikatakan pendidikan minus budi pekerti. Telah
dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari
generasi ke generasi selanjutnya. Jangan sampai generasi itu terputuskan dengan
begitu saja. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dan
nilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah di
emban oleh orang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka
diwakili oleh orang yang punya visi kedepan, yaitu menjadikan generasi yang
lebih baik dan beradab. Betapa sangat pentingnya pendidikan ini negara-negara
yang majupun tentunya tidak akan terlepas dari peran pendidikan. Berbicara
tentang pendidikan ini Dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2 sudah jelas yaitu bahwa
setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan
dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga mempriorotaskan anggaran
pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Pertanyaanya,
sudahkah semua anak bangsa mendapatkan haknya? Melihat fakta saat ini, di
Indonesia setiap tahunnya lebih dari 1,5 juta anak sekolah tidak melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dari
urian permasalahan diatas, saya bermimpi pendidikan di Indonesia harus bisa
dinikmati oleh semua masyarakat, entah itu golongan menengah keatas maupun
kebawah. Karena pada dasarnya sudah jelas tertuang dalam undang-undang, bahwa
pendidikan adalah HAM, yang terdapat dalam pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga
negara mempunyai hak dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Diharapkan juga
pendidikan indonesia memiliki suatu orientasi dimana pendidik mampu
mentransformasikan pengetahuannya dan juga menanamkan nilai-nilai moral kepada
siswa, untuk menciptakan karakter pada diri siswa agar pendidikan mampu
menciptakan lulusan yang tak berintelektual saja, namun dengan moral yang baik
pula. Namun sekarang ini tak sedikit dari pendidik bangsa kita yang kurang
mampu menguasai keilmuannya, tentang pengajaran penyampaian terhadap siswa.
Untuk itu harapan saya pemerintah memberikan kesempatan kepada para pengajar
untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi (strata lebih tiggi). Agar
tenaga pendidik bangsa kita lebih baik dengan adanya strata lebih tinggi
tersebut. Ketika pengajar kita sudah baik, maka akan menghasilkan lulusan yang
baik pula, dan disertai dengan pemerataan fasilitas yang ada.
Referensi
:
https://www.academia.edu/4551120/Masalah_pariwisata_di_indonesia_sekarang_ini_sangat_memprihatinkan_dimana_dengan_mengikuti_berkembangnya_teknologi_yang_semakin_pesat_d ( diakses hari Rabu, 18 Maret 2015 )
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/09/kondisi-pendidikan-bangsa-indonesia-616926.html ( diakses hari Kamis, 2 April 2015 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar